PTC SITES YANG MASIH MEMBAYAR

PTC Indonesia hidakyah bux.gs banner,best ptc

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat Iman dan Islam kepada kita. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu baginya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adl utusan Allah. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepadanya kepada shahabat dan kepada kerabatnya.

Amma ba’duWahai kaum Muslimin rahimakumullah! Allah SWT telah berfirman yg artinya
“Hai orang-orang yg beriman jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita periksalah dgn teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Allah SWT telah begitu tegas memberikan panduan kepada kaum muslimin di dalam menyikapi suatu informasi telitilah berita yg dibawa atau disiarkan oleh orang-orang fasik. Artinya jangan mudah percaya begitu saja kepada suatu berita kabar opini atau informasi yg disebarkan oleh orang-orang fasik. Siapakah orang-orang yg disebut fasik itu?Kata fasik berasal dari kata dasar al-fisq yg berarti “keluar” . Para ulama mendefinisikan fasik sebagai “orang yg durhaka kepada Allah SWT krn meninggalkan perintah-Nya atau melanggar ketentuannya.” Orang fasik adl orang yg melakukan dosa besar dan sering melakukan dosa kecil. Jika tidak cermat memang tidak mudah bagi kita utk memahami arti kata fasik. Karena di dalam Al-Qur’an kata fasik muncul dalam berbagai konteks. Kategori fasik bisa terjadi akibat dosa besar atau dosa kecil. Adapun kategori kafir hanya terjadi akibat tidak beriman atau dosa besar yg memang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam seperti syirik akbar meyakini bolehnya meninggalkan shalat fardhu lima waktu dan dosa-dosa lain yg memenuhi syarat utk menjadikan pelakunya kafir. Jadi orang fasik belum tentu kafir tetapi orang kafir sudah tentu adl fasik. Sebagian ulama mazhab Syafi’i menyatakan bahwa seseorang dapt dikatakan tidak fasik apabila kebaikannya lbh banyak dari kejahatannya dan tidak terbukti bahwa ia sering berdusta.

Kaum Muslimin rahimakumullah!Tigkat penerimaan atau kepercayaan kita terhadap suatu informasi antara berita atau informasi mengenai masalah agama yaitu yg bersumber Al-Qur’an dan As-Sunnah dgn kabar berita masalah lainnya tidaklah sama. Mengapa dikatakan tidak sama? Bukankah sama-sama kabar/berita/informasi? Islam memiliki mekanisme yg cukup rapi terpercaya dan meyakinkan di dalam konsep penyampaian berita/informasi. Islam menempatkan identifikasi “kefasikan” dan “keadilan” sebagai hal yg penting. Para ulama ahli hadits telah melakukan suatu penelitian dan penilaian terhadap sifat keadaan dan perilaku seseorang yg meriwayatkan sebuah hadits. Al-Mawardi meriwayatkan sebuah hadits Nabi SAW

“Umumkanlah orang fasik dgn kondisi yg ada padanya agar masyarakat mewapadainya.” Imam Thabrani juga meriwayatkan sebuah hadits dgn sanad hasan “Sampai kapan kamu enggan menyebut tentang orang pendusta ? Umumkanlah sampai masyarakat mengetahuinya.”

Para imam hadits tidak sembarang dalam menerima tiap sanad yg disebutkan orang tetapi mereka menyeleksi tiap perawi yg ada dalam sanad dgn ketat. Para perawi hadits itu diteliti kecerdasannya akhlaknya guru-gurunya dan juga murid-muridnya. Jika tidak jelas hadits yg bersumber dari perawi tersebut ditolak. Para perawi hadits disyaratkan harus jujur kuat hafalan adil dan disiplin. Berdasarkan seleksi para pakar hadits itulah mereka kemudian membuat kategorisasi hadits dan membaginya ke dalam tiga kelompok

Hadits Mutawatir yakni hadits yg diriwayatkan banyak sahabat banyak tabi’in dan seterusnya yg dipastikan mereka tidak mungkin bersepakat berbohong. Hadits tingkat ini dapat diyakini kebenaran secara pasti bahwa kabar atau berita itu berasal dari Nabi SAW.

Hadits Masyhur yaitu hadits yg diriwayatkan oleh satu atau dua orang sahabat tetapi tidak sampai mencapai derajat mutawatir lalu diriwayatkan oleh generasi sesudahnya dgn derajat mutawatir.

Hadits Ahad yaitu hadits yg seluruh perawinya mulai generasi sahabat tabi’in dan tabi’it tabi’in tidak mencapai derajat mutawatir. Kemudian macam hadits yg ketiga yaitu hadits ahad dikelompokkan lagi menjadi tiga macam yait

Hadits Sahih yaitu hadits yg diriwayatkan oleh perawi yg adil sempurna ketelitiannya sanadnya bersambung sampai kepada Nabi SAW tidak mempunyai cacat dan tidak bertentangan periwayatan orang yg lbh terpercaya

Hadits Hasan yaitu hadits yg diriwayatkan oleh perawi yg adil tetapi kurang ketelitiannya sanadnya bersambung sampai Nabi SAW tidak mempunyai cacat dan tidak bertentangan dgn periwayatan orang yg lbh terpercaya. Jadi bedanya dgn hadits sahih terdapat pada ketelitian perawi.

Hadits Dha’if yakni hadits yg tidak memenuhi syarat sahih maupun hasan. Adapun hadits dha’if ini banyak jenisnya yaitu maudhu’ mursal munqathi’ mu’allaq mudallas mudraj munkar dan mubham.

Saudara kaum Muslimin yg berbahagia!Ternyata di dalam agama Islam utk menerima suatu hadits atau kabar yg diterima dari Rasulullah SAW memiliki syarat-syarat yg sangat berat. Ini merupakan suatu mekanisme yg sangat berharga bagi agama yg lurus ini dimana agama-agama lain di dunia tidak memiliki mekanisme sumber-sumber berita keagamaan yg dapat dipercaya. Kalau kita bertanya kepada ummat Nashrani misalnya mengapa kitab injil yg saudara yakini kebenarannya itu terjadi perbedaan di antara kitab-kitab Injil yg ada di dunia? Bagaimana bisa berbeda? Bisakah menelusuri siapa-siapa saja yg telah meriwayatkan ayat-ayat yg ada dalam kitab Injil? Menelusuri siapa yg meriwayatkan berita saja tidak mampu bagaimana mungkin berita itu layak dipercayai apalagi diyakini menjadi suatu keyakinan!? Tetapi di dalam Islam siapa saja yg ingin membuktikan Al-Qur’an dimana pun Anda berada pasti kalimat dan maknanya sama baik Al-Qur’an cetakan Belanda maupun Al-Qur’an Indonesia. Dan lbh menakjubkan lagi jika kita kumpulkan anak-anak remaja yg hafal Al-Qur’an barapa banyak mereka sungguh melimpah ruah apalagi orang-orang dewasa. Mereka hafal Al-Qur’an krn dibimbing oleh gurunya yg hafal gurunya dari guru gurunnya dan seterusnya sambung-menyambung hingga dari Rasulnya Muhammad SAW. Begitulah sekelumit di antara tanda-tanda kebenaran kabar berita yg dibawa Muhammad SAW hingga hari ini dismping seabreg tanda-tanda lainnya jika kita mau memaparkannya. Kaum Muslimin rahimakumullah!Demikianlah kajian dakwah jumat yg singkat ini semoga dapat bermanfaat utk kita semua sebagai bahan renungan bagi kita bahwa nilai kabar mengenai agama kita hingga hari ini detik ini adl suatu kabar yg dapat diyakini dgn pasti kebenarannya. Sehingga dengannya keyakinan kita bertambah mantap bertambah yakin dan bertambah kuat keimanan kita amin.

sumber file al_islam.chm

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih atas partisipasi anda, mohon komentarnya

ADVERTISES

GetPaidTo.com We'll paid 50 Cent or $0.50 for 1st time to Sign Up no minimum Cashout & daily cashout it's my 1st payment

lowongan kerja di rumah Panduan yang benar bagaimana memulai bisnis internet saat ini CO.CC:Free Domain Free domain .cc yang bisa anda gunakan untuk Blog atau Web milik anda jika anda tidak mau menggunakan jasa Web domain&hosting yang mengharuskan anda untuk berlangganan. 100% Free. Buruan ganti domain anda dengan .cc

Info Footbal Up to Date

Goal.com Live Scores